JASA MEMBANGUN RUMAH-penataan ruang keluarga

JASA MEMBANGUN RUMAH mendirikan sebuah bangunan tentu kita tidak hanya bermodalkan biaya yang akan kita keluarkan, tetapi mencakup penataan ruangannya, desain tampilannya serta yang paling utama kita harus juga mengetahui tentang kekuatan struktur bangunan rumah kita tersebut. Mempercayakan JASA MEMBANGUN RUMAH tentu juga harus tepat dalam segala hal, terutama yang berhubungan dengan lama pekerjaan , pengawasan serta kwalitas bangunan tersebut. Banyak aspek sebenarnya yang bisa saling berhubungan dengan bangunan rumah kita. Hal yang paling sering disamping tentang tampak luar nya, penataan interior dalam ruangan juga sangat perlu diperhatikan. Menata ruang keluarga tanpa bantuan perancang memang menghasilkan kepuasan tersendiri. Karakter dari diri Anda dan keluarga lebih tercermin di ruang tersebut.

 

1. Mengabaikan ukuran ruang

Ukuran ruang menjadi satu hal yang penting. Anda tentu tidak mau membeli satu perabot yang ternyata tidak muat ditempatkan di rumah Anda. Tidak hanya ukuran ruang dan perabot yang penting. Perhatikan juga ukuran pintu Anda. Jangan sampai perabot yang baru Anda beli tidak bisa masuk ke dalam rumah.

2. Memiliki lebih dari dua atau tidak memiliki focal point

Setiap ruang membutuhkan focal point atau fokus utama. Perannya adalah menghasilkan keseimbangan di dalam ruang. Akan tetapi, banyak sekali yang tidak menyadari di mana seharusnya mereka menempatkannya. Hasilnya adalah satu ruangan tidak memiliki focal point. Atau yang lebih buruk lagi, memiliki dua focal point.

3. Membeli perabot dalam set

Membeli perabot dalam set memang memudahkan kita. Sofa dan meja yang senada atau sarung bantal dan taplak meja yang senada. Tapi itu adalah tampilan yang sudah jadul dan kuno. Untuk menghasilkan tampilan ruang keluarga yang lebih kekinian, Anda harus menggunakan konsep eklektik. Yaitu dengan cara menggabungkan beberapa perabot yang berbeda dengan proporsi yang seimbang. Efek yang diinginkan adalah seolah-olah tiap perabot dan aksesori saling menyatu namun tetap memiliki ciri khasnya masing-masing.

4. Mengabaikan pencahayaan

Sebagian besar ruang keluarga hanya mengandalkan satu sumber cahaya, yaitu lampu dari plafon. Anda masih perlu menggunakan pencahayaan yang lain, seperti lampu sorot dan lampu meja.

5. Terlalu mengikuti tren

Perabot trendi yang Anda lihat di majalah dan toko memang terlihat bagus. Akan tetapi, itu tidak memastikan bahwa akan cocok di rumah Anda. Belum lagi mengikuti tren yang sangat spesifik akan membuat Anda harus mengganti furnitur secara berkala. Oleh karena itu, cobalah memilih perabot denganbentuk yang tidak termakan jaman.

6. Perabot yang terlalu banyak

Jangan terlalu bersemangat dalam membeli perabot dan aksesori. Anda harus mempertimbangkan ruang yang tersedia di dalam rumah Anda. Selain membuat ruangan menjadi sempit, ruang dengan banyak perabot juga akan membuat suasana tidak nyaman.

7. Foto keluarga dalam ukuran jumbo

Masih ada tempat yang lebih baik untuk foto yang berukuran besar itu. Tempatkan foto itu di area tangga, ruang tamu, atau di ujung koridor rumah Anda.

8. Warna kayu yang terlalu beragam

Warna kayu memang menghasilkan kesan hangat di dalam ruang keluarga Anda. Akan tetapi, usahakan semua warna kayu tersebut dalam satu tone warna. Jika harus memadukan tone yang berbeda, cukup dengan tiga tone.

9. Mengaplikasikan layer warna secara tidak tepat

Setiap orang tentu tahu warna apa yang mereka inginkan. Akan tetapi, tidak semua perabot memiliki warna yang senada. Ada yang lebih gelap dan lebih terang. Untuk memudahkan penataan berdasarkan terang gelap warna, ingat susunan ini. Yang lebih terang di atas, yang lebih gelap di bawah.

10. Skala yang tidak sesuai

Yang sering kali terjadi adalah orang-orang membeli sofa yang terlalu besar dan karpet yang terlalu kecil. Menyeimbangkan skala antara perabotan dan ruang merupakan seni tersendiri. Bukanlah hal yang salah memasukkan lemari yang besar kedalam ruangan yang kecil. Yang terpenting adalah bagaimana Anda menyeimbangkannya dengan perabot yang lain sehingga ruangan tidak terasa sempit.