JASA BANGUN JOGJA – RUMAH TAHAN GEMPA

JASA BANGUN JOGJA Seiring sesudah terjadinya gempa dahsyat yang juga melanda wilayah jogja dan sekitarnya. Masyarakat kini semakin banyak yang menginginkan rumah yang tahan akan gempa. Mereka pada umumnya merasa trauma, karena yang diakibatkan dari gempa kemarin banyak bangunan rumah yang roboh. Gempa merupakan salah satu bencana yang dapat mengancam sebuah bangunan. Tak jarang bangunan yang mengalami kerusakan setelah dilanda oleh gempa. Sehingga membuat kerugian yang tak sedikit jumlahnya.

JASA BNAGUN KONTRAKTOR JOGJA
JASA BANGUN JOGJA

Para arsitek hingga ilmuwan mencoba mencari cara bagaimana membuat bangunan yang tanah gempa. JASA BANGUN JOGJA telah banyak membangun rumah yang bukan hanya untuk meminimalkan dampak kerusakan yang diakibatkannya. Guncangan yang dihadirkan gempa juga dapat mengancam keselamatan manusia yang berada di dalam sebuah bangunan.

Melansir Antara, praktisi teknik sipil, Benny Puspantoro, mengatakan, memang ada konstruksi bangunan yang lebih mampu mengatasi guncangan, semisal menggunakan denah bangunan yang sederhana dan simetris.

Memang tidak ada yang pernah mengharapkan kehadiran gempa. Tapi, kalau terjadi juga gimana? Sebagai musibah alam tentunya gempa bisa datang kapan saja, meski biasanya bisa juga diprediksi sebelum kejadian.

Nah, kalau kamu tinggal di wilayah yang rawan gempa, atau paling tidak ingin bangunan yang tahan gempa, tentunya konstruksinya harus dipersiapkan betul.

Melansir Antara, praktisi teknik sipil, Benny Puspantoro, mengatakan, memang ada konstruksi bangunan yang lebih mampu mengatasi guncangan, semisal menggunakan denah bangunan yang sederhana dan simetris. Bentuknya bukan L, U atau T, untuk mengurangi efek momen puntir oleh gaya gempa. Fondasi rumah juga dibangun di atas struktur tanah yang stabil, yaitu tanah yang bertekstur keras, padat dan merata kekerasannya. Semakin keras struktur tanahnya, maka partikel-partikel tanah akan makin sulit bergerak jika terjadi guncangan, dan bangunan di atasnya juga bisa terhindar dari guncangan tersebut.

Selain itu, fondasi dan dinding harus dibangun dengan balok yang mengelilingi bangunan yang saling terikat kokoh dengan kolom, dan menggunakan atap yang ringan. Bahan-bahan ringan semacam kayu dan bambu berisiko minimal ketimbang batu bata dan batako. Coba perhatikan, rumah-rumah tradisional biasanya memakai kayu dan bambu, sementara rumah-rumah modern memakai batu bata dan batako.

Lantas, apa kabar dengan bangunan tinggi sejenis gedung perkantoran, mal, apartemen, dan infrastruktur sebut saja jalan dan jembatan di perkotaan? Menurut Benny, sebaiknya menggunakan konstruksi yang memang dirancang tahan guncangan gempa.