NUANSA RUMAH RAMAH LINGKUNGAN

NUANSA RUMAH RAMAH LINGKUNGAN

NUANSA RUMAH RAMAH LINGKUNGAN menempati suatu rumah tentu akan lebih nyaman jika lingkungan di sekitarnya mencerminkan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat tentu salah satu nya yaitu mendapatkan pencahayaan yang baik serta udara yang segar juga. NUANSA RUMAH RAMAH LINGKUNGAN menjadi dambaan semua orang. mereka berlomba lomba mewujudkan beberapa inovasi agar udara dan lingkungan sekitar menjadi sehat. Sebagai salah satu langkah menyayangi bumi ini dapat mulai dilakukan dari rumah. Langkah awal sekali adalah pada saat mulai membangun sebuah rumah. Ini menjadi langkah yang penting karena rumah akan berdiri selama puluhan tahun, jadi pada tahap mulai membangun perlu segera diperhatikan hal-hal yang harus dilakukan untuk membuat rumah yang ramah lingkungan.

Membuat Green House

Rumah lingkungan tidak hanya akan menyelamatkan lingkungan tetapi juga akan membuat Anda lebih sehat, nyaman dan hemat. Membuat rumah hijau (green house) atau rumah lingkungan ini mencakup dalam tahapan-tahapan berikut ini.

Meminimalkan Penggunaan Sumber Daya Alam dalam Proses Pembangunan

Pada saat proses pembangunan rumah, usahakan agar meminimalkan penggunaan bahan bangunan. Anda dapat mengontrol pemakaian bahan bangunan dan bicarakan kepada tukang agar bisa menggunakan bahan secara hemat dan tidak membeli bahan bangunan secara berlebihan dan akhirnya tidak dipakai.

Misalnya, ketika Anda membutuhkan triplek dan kayu-kayu sebagai penahan cor an lantai atas. Anda bisa menggunakan kayu-kayu bekas dari rumah yang telah selesai dibangun dan masih bisa dipakai. Atau bagaimana penempatan pasir agar pasir tidak diinjak-injak dan akhirnya tidak dipakai lagi.

Desain yang tepat dan matang juga penting agar tidak banyak bahan bangunan yang terbuang. Kesalahan desain atau desain yang diubah, kemungkinan akan ada bagian yang sudah dibangun dibongkar ulang sehingga bahan bangunan terbuang percuma.

Memilih Material Bangunan yang Ramah Lingkungan

Berkat perkembangan teknologi, kini banyak material bangunan ramah lingkungan yang dapat digunakan. Salah satu caranya dengan menghemat penggunaan kayu, yang berarti meminimalkan penebangan pohon dan menyelamatkan hutan sebagai bagian penting untuk kehidupan di bumi.

Beberapa bahan bangunan ramah lingkungan adalah baja ringan yang digunakan untuk atap, alumunium / PVC atau UPVC untuk kusen pintu dan jendela, menggunakan pintu PVC yang berasal dari plastik, gypsum sebagai pengganti triplek untuk plafon, sebagai alternatif penggunaan kayu, dapat menggunakan kayu daur ulang atau kayu plastik yang juga merupakan hasil proses daur ulang.

Hal positif lain dari menggunakan bahan-bahan tersebut dapat menghemat proses pengerjaan dan karena buatan pabrik, biasanya lebih terjaga kualitasnya.

Rumah Hemat Energi Listrik

Pernahkah Anda ikut dalam kampanye mematikan lampu selama 1 jam? Hal tersebut bertujuan agar kita sadar untuk hemat energi listrik. Perlu dibuat rancangan agar rumah minim menggunakan energi listrik. Buatlah desain rumah dengan bukaan cahaya alami yang memadai sehingga tidak perlu menggunakan listrik pada pagi dan siang hari. Membuat ventilasi yang baik, bagaimana mengatur agar ada sirkulasi udara juga akan mengurangi penggunaan AC karena udara dalam rumah yang tidak panas. Membuat toran untuk menampung air juga salah satu langkah menghemat listrik karena tidak perlu menggunakan listrik yang besar untuk menyalakan pompa ketika akan menggunakan air.

Menggunakan Energi Alternatif

Ada sistem yang dapat menghasilkan solar listrik atau photovoltaic (PV). Energi ini dapat menggantikan energi listrik. Energi alternatif yang banyak digunakan adalah dengan memanfaatkan energi matahari atau tenaga angin. Contoh umum adalah menggunakan pemanas air dengan menggunakan energi matahari. PV diletakkan di atap untuk menampung panas matahari dan diolah untuk memanaskan air. Dengan sitem yang lebih kompleks, panas matahari ini dapat memenuhi kebutuhan energi listrik untuk seluruh rumah.

Rumah Hemat Penggunaan Air

Air adalah zat penting dalam kehidupan. Di dalam rumah, penggunaan air paling banyak. Air digunakan untuk mencuci pakaian, piring, mobil, sayuran, untuk menyiram tanamana, air untuk mandi dan berbagai keperluan lain di kamar mandi dan untuk keperluan lainnya. Jika digunakan dengan boros bukan hal yang mustahil air akan habis. Maka, perlu pengelolaan penggunaan air di dalam rumah.

Cara menghemat air dalam rumah dapat dimulai sejak pembangunan rumah. Contohnya, dengan menggunakan kloset dual flush yang hemat air dan menggunakan kran sensor. Dengan pengetahuan dan penerapan yang tepat, Anda dapat merancang pembuangan dan mengolahan air agar dapat didaur ulang, yaitu dengan memanfaatkan limbah air dari dapur dan kamar mandi diolah kembali sehingga dapat digunakan untuk menyiram tanaman, mobil, dan lainnya.

Dalam penggunaannya sehari-hari, air dapat dihemat, misalnya air kaya vitamin yang telah digunakan untuk mencuci sayuran dapat ditampung dan digunakan untuk menyiram tanaman Untuk menabung air, dapat dilakukan dengan membuat sumur resaan yang akan menampung air hujan, atau langkah praktis dengan membuat lubang bipori di taman.

Membuat Taman

Taman rumah menjadi tempat salah satu kita dapat melestarikan lingkungan. Di taman, kita dapat menanam berbagai tanaman yang berfungsi sebagai penahan air hujan, menjaga kestabilan dan kesuburan tanah dan menghasilkan oksigen. Pohon dan tanaman di taman juga dapat berfungsi sebagai pelindung panas dan penahan debu sehingga rumah dapat menjadi lebih nyaman.

Anda bebas menentukan model rumah yang akan dibangun, tetapi jangan lupakan agar tetap membuat rumah ramah lingkungan atau green house. Ini merupakan langkah nyata bahwa kita melestarikan lingkungan. Sebagai imbalan, rumah ramah lingkungan dapat menghemat pengeluaran untuk rumah Anda setiap bulannya

RUMAH ASRI DENGAN LAHAN HIJAU

RUMAH ASRI DENGAN LAHAN HIJAU

RUMAH ASRI DENGAN LAHAN HIJAU penghijauan di lingkungan sekitar rumah tempat tinggal kita sangatlah diperlukan. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan kita menciptakan lingkungan yang sehat serta nyaman untuk dihuni. RUMAH ASRI DENGAN LAHAN HIJAU juga membuat sirkulasi udara di sekitar kita terasa segar. Semakin tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat sebagian penduduknya semakin sadar akan pentingnya ketersediaan oksigen di kota ini. Beberapa komunitas untuk menggerakkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan bermunculan. Semua punya misi yang sama; membuat ibukota semakin hijau dan semakin dicintai.
rumah asri dengan lahan hijau
rumah asri dengan lahan hijau
Lahan sempit bukan alasan untuk tidak menggerakkan semangat menanam. Mari kita simak beberapa kiat untuk membuat lingkungan di sekitar rumah semakin hijau:

1. Segarkan Bagian Atas Rumah

Bila rumah terdiri dari dua lantai, perhatikan bahwa bagian atas rumah merupakan area penyerap panas. Dengan demikian, area ini lebih panas daripada area di bawahnya. Untuk menyiasatinya, balkon dapat dihias dengan tanaman gantung. Ditambah dengan kursi duduk, area balkon yang sempit dapat menjadi tempat yang menyenangkan untuk nongkrong di pagi atau sore hari. Cara ini cocok untuk balkon sempit dimana pot-pot tidak memungkinkan untuk ditempatkan di balkon.

2. ‘Tempelkan’ si hijau di dinding taman

Dinding taman yang terbuat dari beton atau semen merupakan elemen yang membuat suasana halaman rumah semakin panas. Untuk mengurangi hawa panasnya, tanaman dolar mini dapat menjadi pilihan unik untuk menghias dinding menjadi hijau. Tanaman ini memerlukan sinar matahari langsung dan air yang cukup untuk dapat memenuhi dinding bagai sebuah goresan apik. Beberapa bulan sekali, untuk mendukung pertumbuhannya, taruh pupuk kandang untuk membuatnya semakin subur.
Mencoba membuat hamparan dan tempelan hijau di halaman rumah.

3. Hamparan Hijau

Ciptakan hamparan hijau di halaman rumah dengan rumput gajah mini. Bingkaian rumput dalam susunan batako dapat memanjakan mata. Seperti tanaman dolar mini, rumput gajah mini juga memerlukan sinar matahari langsung dan pengairan setiap hari. Dengan menempatkan rumput pada batako, halaman masih dapat digunakan untuk parkir mobil. Yang lebih penting, cara ini membantu memudahkan air hujan meresap lebih cepat ke dalam tanah.

4. Hidroponik

Bagi yang merasa jijik dan kotor dengan tanah, sekarang sudah ada cara menyalurkan hobi berkebun. Salah satu yang lagi tren di kalangan urban farmers adalah bercocok tanam dengan hidroponik. Hidroponik atau bertanam dengan air semakin popular karena cocok untuk lahan sempit, hanya memerlukan pengairan vitamin beberapa hari sekali dan hasil tanaman yang bisa dinikmati. Terdapat tiga metode umum bercocok tanam hidroponik yakni NFT system atau sistem Nutrient Film Technique yang menggunakan air mengalir dengan pompa, Water Culture System atau sistem tanaman menggantung di air dan Wick system atau sistem pengairan dengan sumbu. Sekarang banyak toko menyediakan perangkat hidroponik bagi pemula dengan harga yang terjangkau, seiring dengan semakin meningkatnya minat berkebun di kalangan masyarakat kota.

5. Ciptakan Jendela yang Hijau

Tidak hanya di balkon atau di halaman rumah, penghijauan juga dapat dilakukan di jendela rumah. Tanaman diletakkan di jendela umumnya ditemui di kota-kota di Eropa. Di kota-kota tersebut, bunga menghiasi jendela flat pada saat musim semi dan musim panas. Dengan kondisi Jakarta yang panas dan lembab, penempatan tanaman di depan jendela membantu sirkulasi udara menjadi lebih baik.

Tanaman di jendela membuat ruang terasa lebih segar.

6. Menanam pohon besar, kenapa tidak?

Sekiranya ada sedikit ruang di halaman, tidak ada yang salah dengan menanam pohon besar seperti pohon yang menghasilkan buah atau manfaat. Rumah akan terasa lebih bersih karena debu sedikit terhalang untuk langsung masuk ke rumah. Namun perlu diingat terkait resiko yang muncul seperti dahan patah mengenai kabel atau jalan. Ada beberapa pohon yang umum dan cocok ditanam seperti pohon salam karena batang lentur dan tidak mudah patah saat tertiup angin atau pohon mangga karena batang cukup kokoh. Hindari menanam pohon nangka karena ranting lebih mudah keropos. Perlu diingat pula bahwa tanaman yang diletakkan di bawah pohon besar, umumnya tidak dapat tumbuh, karena sinar matahari yang minim.

7. Indoor plant untuk serap udara kotor

Tanaman seperti Sansevieria atau lidah mertua merupakan tanaman terbandel, sekaligus bersifat menyerap oksigen. Tanaman ini awet walau memperoleh pengairan yang minim atau kedap cahaya. Menempatkannya di kamar mandi, toilet atau ruang tamu akan membuat suasana rumah semakin segar.

8. Panen sayur

Bila sebagian tanaman yang ditanam berupa sayuran, hal yang mengasyikkan adalah sensasi memanen sayur dari kebun sendiri. Memang harga sayur cukup murah di pasar namun memetik dari halaman rumah sendiri menciptakan rasa kepemilikan tinggi akan keberlangsungan lingkungan yang lebih baik. Beberapa kelompok masyarakat pencinta berkebun menciptakan wahana untuk menyalurkan hobi dan kepeduliannya, salah satunya Warung Hidup yang diinisiasi ibu-ibu kelurahan Kebun Kosong di Kemayoran. Setiap minggu, para ibu di kampung tersebut memanen beraneka ragam sayur untuk memenuhi nutrisi sayur keluarga.
RUMAH SEHAT UNTUK KELUARGA

RUMAH SEHAT UNTUK KELUARGA

RUMAH SEHAT UNTUK KELUARGA memiliki rumah tentu merupakan dambaan bagi seluruh keluarga. Rumah merupakan tempat dimana kita melepaskan lelah setelah melakukan aktifitas diluar. Tempat kita melakukan sebagian besar aktifitas sehari hari tentumya. RUMAH SEHAT UNTUK KELUARGA tentu juga akan berimbas pada keluarga yang sehat juga, baik secara lahir dan batin adalah idaman setiap keluarga di seluruh dunia. Nah, keluarga yang sehat berasal dari rumah yang sehat, Bun. Lalu apa saja sih kriteria rumah sehat itu?

Menurut pengurus aset organisasi IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dr UIul Albab SpOG, kalau dilihat rumah sehat jenisnya banyak mulai dari ukuran, ventilasi, sumber air, toilet, pembuangan sampah, luas bangunan dan lingkungannya.”Saya kurang hafal detailnya karena masing-masing punya bentuk atau jenis rumah yang berbeda. Misal, kita punya tanah 100 meter itu bisa dikira-kira bangunannya harus berapa, kemudian luas kamarnya berapa tergantung dari jumlah penghuninya berapa. Itu juga menentukan dan berhubungan dengan kesehatan rumah dan keluarga,” papar dr Ulul di sela-sela peluncuran Nippon Spot-Less Plus di Sekretariat PB Ikatan Dokter Indonesia, Menteng, Jakarta pusat beberapa waktu lalu.

Rumah dan jumlah penghuninya kata dr Ulul berhubungan dengans salah satu penyakit TBC (Tuberculosis), di mana kepadatan ruangan atau kepadatan populasi rumah tinggal berhubungan dengan penularan TBC. Kementerian Kesehatan RI di tahun 2006 melaporkan hanya 43,89 persen rumah yang kondisinya memenuhi syarat sehat untuk tingkat nasional.

Lalu kondisi pembuangan limbah yang memenuhi syarat sebanyak 62,11 persen dan kondisi jamban yang memenuhi syarat 46,54 persen. Miris kan, Bun? Padahal rumah adalah tempat yang penting bagi kita untuk memenuhi kebutuhan secara jasmani maupun rohani. Rumah yang sehat perlu strategi desain tersendiri dipadu dengan kepedulian penghuni rumah untuk tetap menjaga dan memeliharanya dengan baik. Beberapa kriteria rumah sehat adalah sebagai berikut:

1. Kering

Rumah dikondisikan dengan membangun sistem bangunan yang dikonstruksi dengan lingkungan dalam ruangan yang terkontrol. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga agar sistem saluran air, saluran pembuangan terjaga dengan baik. Begitu pun masalah perembesan dan kebocoran rumah, hendaknya diatur agar tidak terjadi.

2. Bersih

Sistem bangunan yang dimiliki memungkinkan agar rumah bebas kotoran, debu, asap serta kontaminan lainnya. Rumah yang berada di dekat jalan raya jelas berbeda penanganannya dengan rumah yang ada di kompleks persawahan.

3. Aman

Rumah hendaknya dibangun dengan bentuk, fungsi, dan peralatan yang aman bagi penghuni. Konsep ergonomis di setiap piranti hendaknya juga dipikirkan dengan matang. Sisi keamanan adalah faktor yang penting, demi menghindari terjadinya kecelakaan di dalam maupun di sekitar rumah.

4. Bebas Kontaminasi

Gunakan cat rumah dan produk-produk bangunan yang aman dan tidak mengganggu kesehatan. Jauhi penggunaan formaldehida atau gas serta cairan yang dikenal sebagai formalin untuk meminimalisir kontaminasi anggota keluarga.

5. Memiliki Ventilasi

7 Kriteria Rumah Sehat untuk Keluarga

Ventilasi berfungsi memperlancar pertukaran udara segar. Standarnya, setiap ruangan harus punya ventilasi.

6. Bebas dari Hewan Pengganggu

Penghuni hendaknya menjaga agar setiap sudut rumah bebas dari hewan pengganggu seperti tikus, kecoak, cicak, dan lainnya. Hewan-hewan ini selalu berusaha mencari makanan dan sarang di dalam rumah sehingga Bunda dan keluarga harus benar-benar ekstra bekerja keras untuk mengenyahkannya.

7. Terawat

Rumah yang sehat adalah rumah yang setiap elemennya terawat dan terpelihara dengan baik. Para penghuni rumah hendaknya mengatur jadwal khusus untuk saling berbagi tugas merawat rumah.

dr Ulul mengatakan rumah yang sehat adalah faktor pendukung dari kesehatan. Kriterian ini biasanya bisa dilihat dalam rangkaian 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan kemudian 1 tahun terakhir berapa anggota keluarga yang terkena penyakit tertentu yang berbasis lingkungan.

“Bukan sakit kayak kencing manis, darah tinggi, jantung dan sebagainya ya. Kalau penyakit itu kan lebih karena kebiasaan dan metabolik, kalau penyakit berbasis lingkungan seperti anak batuk terus, keluar sebentar batuk, udah sembuh lalu batuk lagi.

RUMAH TIDAK SEHAT

RUMAH TIDAK SEHAT

RUMAH TIDAK SEHAT tentu memiliki beberapa aspek lingkungan daerah sekitar yang sangat mempengaruhi. Rumah yang digunakan sebagai tempat beristirahat tentu seharusnya memberikan rasa nyaman kepada para penghuninya. Rumah yang tidak nyaman bisa menimbulkan rasa jenuh, tidak enak bahkan bisa mengganggu kesehatan. RUMAH TIDAK SEHAT terkadang juga penampakannya desainnya juga kurang sempurna. Memiliki rumah bukan hanya tentang bagaimana rumah itu dibangun berdiri, tetapi untuk beberapa aspek di dalamnya yang dimulai dari bentuk desain tiap ruang yang digunakan, pemilihan beberapa material pendukungnya juga salah satu aspek hunian rumah itu sehat tidaknya untuk para penghuninya. Rumah sehat juga harus memiliki beberapa aspek diantaranya pencahayaan yang bagus, yang siang haripun tidak perlu manggunakan lampu untuk penerangan, sirkulasi udara yang bagus serta alangkah baiknya juga ada penghijauan di daerah sekitar.

rumah tidak sehat
rumah tidak sehat

Beberapa aspek untuk hunian tidak sehat memiliki beberapa aspek dibawah ini :

1. Lingkungan tidak sehat.

Lingkungan sekitar rumah juga bisa membuat rumah tidak sehat. Seperti keberadaan pabrik atau pembuangan limbah di sekitar rumah bisa mempengaruhi tingkat kesehatan rumahmu. Pilihlah lokasi yang sehat dengan cukup penghijauan dan sistem sanitasi dan pengolahan limbah yang baik.

2. Ukuran terlalu sempit

Lahan yang sempit terkadang membuat ruang-ruang di rumah menjadi terlalu sempit. Padahal ruang yang terlalu sempit adalah salah satu alasan yang membuat rumah tidak sehat. Ukutan terlalu sempit membuat pergerakan menjadi terbatas dan sirkulasi udara serta cahaya menjadi kurang lancar.

Ukuran Rumah Tidak Sehatpinterest.com

Siasati masalah rumah tidak sehat ini dengan menggabungkan beberapa ruang yang memang bisa digabungkan, seperti ruang keluarga dan ruang makan ataupun ruang makan dan dapur untuk memilimalisir ruang-ruang terlalu sempit untuk menghindari rumahmu menjadi rumah tidak sehat.

3. Sirkulasi udara dan pencahayaan yang tidak baik

pencahayaan redup rumah tidak sehatpinterest.com

Rumah tidak sehat yang memiliki pencahayaan buruk seperti redup dan remang-remang membuat udara menjadi lembap. Virus, bakteri, serta parasit mudah berkembang di dalam rumah, akibatnya muncul bibit-bibit penyakit yang bisa membahayakan keluarganmu.

Sirkulasi udara yang buruk bisa memperparah kondisi tersebut. Selain membuat udara lembap, sirkulasi udara yang buruk dan nggak adanya ventilasi yang baik bisa membuat rumah bau dan juga memiliki temperatur buruk yang membuatmu tak nyaman.

Rumah Tidak Sehat Ventilasigoogle.com

Siasati faktor rumah tidak sehat satu ini dengan memaksimalkan bukaan ventilasi pada hunian sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan alami, jika masih tak cukup, gunakan teknologi tambahan seperti lampu yang baik serta kipas atau pendingin ruangan (AC) untuk mengatur sirkulasi udara.

4. Pola sanitasi dan elektrikal yang buruk

Rumah Tidak Sehat Pola Sanitasigoogle.com

Pengaturan jalur sanitasi seperti air bersih dan air kotor harus selalu tertata untuk menghindari air bersih tercemar ataupun air kotor menjadi sumber penyakit yang membuat rumah tidak sehat.

Pastikan sanitasi tertata baik dan lancar sehingga terhindar dari potensi air tercemar atau air kotor, supaya nggak jadi sumber bakteri yang berujung membuat rumah tidak sehat.

5. Pengelolaan sampah dan limbah yang tidak baik

Rumah Tidak Sehat Sampah

Pengolahan sampah dan limbah yang buruk pada hunian bisa menjadi tanda rumah tidak sehat. Pastikan hunian memiliki tempat pembuangan sampah baik dan tidak menganggu dan mencemari rumah ataupun lingkungan rumah.

Seperti poin sebelumnya, pastikan saluran sanitasi, khususnya limbah cair, lancar dan langsung terbuang langsung agar tidak mampet atau tertampung.

6. Penggunaan bahan bangunan yang tak sehat dan tak kuat

Rumah Tidak Sehat Material Bangunan

Ada banyak pilihan bahan bangunan, dan beberapa diantaranya mengandung racun yang membuat rumah tidak sehat. Selalu konsultasikan pemilihan bahan bangunan dengan pakar profesional, seperti ahli konstruksi dan arsitek profesional untuk menghindari bahan tak sehat dan kuat yang akan membuat rumah tidak sehat.

7. Memiliki ruang-ruang yang menjadi sarang hama

Rumah Tidak Sehat Hama

Keberadaan hama adalah tanda rumah tidak sehat selanjutnya. Selalu basmi hama di rumah seperti semut ataupun tikus. Jika kamu temukan ruang-ruang dimana hama-hama ini bisa bersarang seperti kolong lemari atau langit-langit rumah, segera perbaiki dan basmi rayap dan hama-hama lainnya yang bisa membahayakan kesehatan keluarga

HUNIAN RUMAH SEHAT

HUNIAN RUMAH SEHAT

HUNIAN RUMAH SEHAT memiliki rumah tentu juga harus diperhitungkan aspek aspek yang membuat nyaman para penghuninya. Lokasi hunian rumah juga tentu sangat berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni dan orang orang disekitarnya. Hunian rumah yang berada di lokasi pedesaan yang sejuk dan hijau tentu berbeda dengan lokasi hunian yang berada di tengah kota yang banyak didirikan pabrik yang menghasilkan polusi udara. Sehingga aspek HUNIAN RUMAH SEHAT tidak terpenuhi. Setiap orang menginginkan yang terbaik untuk huniannya, termasuk dalam segi kesehatan. Memiliki rumah sehat tentunya nggak hanya bisa menjauhkanmu dari berbagai penyakit tapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi para penghuninya.

Tapi, bagaimana caranya kamu bisa menjadikan hunianmu masuk kategori rumah sehat? Simak berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan rumah sehat bagi keluargamu berikut!

1. Jauhi Penggunaan Material yang Mengandung Zat Kimia Berbahaya untuk Rumah Sehat

Rumah Sehat Jauhkan Bahan Kimiaheldasite.com

Penggunaan material yang nggak bijaksana bisa menjauhkan hunianmu dari kategori rumah sehat. Hal ini dikarenakan beberapa material bisa saja mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Contoh bahan bangunan yang berbahaya adalah penggunaan asbes sebagai atap ataupun plafon. Semua bahan bangunan yang menggunakan material PVC juga bisa menghasilkan gas yang bisa memicu berbagai penyakit, termasuk kanker. Beberapa cat sintetik dan thinner juga berbahaya untuk kesehatan rumah. Jadi, selalu pastikan kamu sudah mengenal dengan baik bahan bangunan yang akan kamu pakai sebelum menggunakannya pada rumah sehat milikmu.

2. Rumah Sehat Membutuhkan Perhatian dalam Hal Pencahayaan

Pencahayaan pada hunian sangatlah penting karena hal ini bisa mempengaruhi aktivitas yang juga akan berdampak pada kesehatanmu. Pencahayaan alami bisa mengurangi kelembaban berlebihan dan membunuh bakteri. Beraktivitas seperti bekerja dan membaca dengan cahaya yang kurang juga akan berdampak pada kesehatan matamu. Pilih jenis lampu yang baik agar matamu tetap sehat.

Rumah Sehat Pencahayaan

Kamar tidur yang terpapar terlalu banyak cahaya ketika tidur juga nggak baik untuk kesehatanmu karena akan mengganggu istirahat. Aturlah pencahayaan alami secukupnya sesuai dengan kebutuhan ruang. Sediakan juga pencahayaan buatan yang memadai seperti lampu meja untuk mendukung ketika pencahayaan alami tidak mendukung saat hari mendung atau malam hari.

3. Sediakan Sirkulasi Udara dan Ventilasi Terbaik untuk Rumah Sehat

Ketika kamu bernafas, tidak hanya oksigen saja yang kamu hirup, tetapi berbagai partikel dan juga zat yang mungkin mengkontaminasi udara. Inilah alasan mengapa jika rumahmu tidak memiliki sistem pengudaraan yang baik, rumahmu belum bisa dikatakan rumah sehat.

Rancanglah rumahmu dengan jumlah bukaan dan ventilasi yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan juga ventilasi di rumah sehat bersifat cross ventilation, sehingga udara di dalam ruangan bisa beregenerasi dengan udara yang ada di luar. Hunian yang termasuk rumah sehat boleh memiliki AC, tapi sirkulasi udara alami adalah yang terbaik. Untuk menghindari sinar matahari masuk secara langsung, kamu bisa memakai tirai atau gorden.

Rumah Sehat Pengudaraancdn.decoist.com

Berikan perhatian lebih untuk ruang-ruang pada rumah sehat yang rentan terjadi polusi udara, seperti dapur, kamar mandi, atau toilet. Di rumah sehat, ruangan-ruangan ini memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga udara yang kotor bisa segera terganti dengan udara yang bersih.

4. Jangan Berikan Ruang untuk Hama Hidup

Rumah Sehat Beri Ruang

Rumah sehat juga harus terbebas dari hama. Ketika hama seperti jamur ataupun serangga menyerang, tentu kamu bisa menggunakan pestisida untuk mengusirnya. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Apalagi penggunaan pestisida bisa saja menyisakan bahan kimia beracun pada rumahmu.

Untuk itu, jangan berikan ruang bagi para hama ini untuk hidup di rumah sehatmu. Jika kamu harus menggunakan material kayu, pastikan kayu tersebut bebas rayap dan juga sudah kamu berikan anti-rayap sehingga kayu ini nggak menarik perhatian para serangga, khususnya rayap. Bersihkan sofa di rumah secara berkala.

Selalu jaga kelembaban udara dan pencahayaan dengan membuka jendela atau bukaan lainnya agar jamur atau tanaman gulma lainnya tidak mengisi celah-celah tak terduga di dalam rumah.

5. Gunakan Material yang Mudah Dibersihkan dan Tidak Berdebu

Rumah Sehat Material Mudah Dibersihkansipfon.org

Kebersihan adalah faktor terpenting untuk memastikan bahwa rumahmu masih masuk dalam kategori rumah sehat. Namun, nggak semua bagian dari rumahmu gampang dibersihkan. Misalnya, untuk dinding gunakanlah cat dinding spotless yang bisa dilap dengan mudah jika terdapat noda. Bersihkan karpet yang kamu miliki secara berkala karena karpet mudah menyimpan debu dan kotoran. Material flooring yang bercelah seperti parket dan kayu juga memiliki potensi menyimpan kotoran yang sulit dibersihkan.

6. Miliki Hewan Peliharaan, Namun Berikan Perawatan yang Baik

Apa hubungannya memiliki hewan peliharaan dengan menjadikan hunianmu menjadi rumah sehat? Faktanya, sebuah studi dari “Clinical and Experimental Pharmacology & Physiology” menyatakan bahwa memiliki hewan peliharaan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang positif, termasuk memperbaiki mood dan juga tingkat emosi. Hal ini juga mengontrol tekanan darah dan juga mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.

Namun, jika kamu nggak merawat hewan peliharaanmu hal ini justru akan menimbulkan masalah kesehatan pada hewan peliharaan dan juga pemiliknya. Selain merawatnya dengan baik, pastikan rumah sehatmu memiliki ruang atau area khusus untuk hewan peliharaan sehingga hewan peliharaanmu tidak sampai berkeliaran di area privat seperti kamar tidur.

7. Pengaturan Limbah pada Rumah Sehat

Pengaturan sampah dan limbah rumah tangga lainnya yang tak baik dan benar bisa menjadi sumber berbagai bakteri serta permasalahan kesehatan lainnya. Jadi, pastikan rumah sehatmu memiliki pengolahan sampah dan limbah yang baik.

Rumah Sehat Tempat Limbahfthmb.tqn.com

Gunakanlah septic tank yang sesuai standar dan sesuai dengan kebutuhan sehingga nggak mencemari tanah dan air yang terkandung di dalamnya. Pastikan juga kamu memiliki pemisahan terhadap sampah-sampah organik dan anorganik yang dihasilkan rumah sehatmu. Tempat sampah ini juga harus selalu tertutup dan di kosongkan secara berkala.

8. Sistem Air Besih untuk Rumah Sehat

Kebanyakan air ledeng sudah mengandung krolin. Jangan khawatir terlebih dahulu karena klorin sebenarnya baik untuk membunuh jamur dan parasit lainnya. Hanya, penggunaan yang berlebih bisa mengakibatkan hal yang tidak baik bahkan mengundang berkembangnya sel kanker. Untuk mewujudkan rumah sehat, pastikan setiap saluran air bersih di rumahmu sudah dilengkapi dengan sistem penyaringan yang baik.

Rumah Sehat Air Bersih

alicdn.com

Untuk saluran air bersih yang digunakan untuk dikonsumsi, tambahkan penyaring air dengan karbon aktif untuk membunuh semua zat-zat yang bersifat racun. Sistem penyaringan air yang baik ini akan membantu hunianmu selangkah lebih dekat menuju rumah sehat.

9. Tambahkan Taman di Rumah Sehat

Rumah Sehat Tanamandesigndrizzle.com

Maksimalkan rumah sehat milikmu dan hadirkanlah tanaman secukupnya pada hunian. Kehadiran taman pada rumah sehat membantu mengontrol sirkulasi udara, temperatur, hingga kelembaban udara. Tidak hanya secara fisik, taman juga bisa memberikan efek relaksasi dan penghilang stress yang baik untuk kesehatan mental dan psikologis. Nggak heran, menghadirkan taman rumah jadi hal yang harus kamu pertimbangkan.

Jika kamu memiliki ruang terbatas, hadirkan taman gantung atau taman vertikal sebagai alternatif pada rumah sehat. Jika kedua hal itu tidak memungkinkan, usahakan menambahkan sedikit elemen vegetasi pada ruang yang ada di dalam rumah sehat milikmu.

Tanaman Rumah Sehatpinterest.com

Bahkan, beberapa vegetasi bisa kamu pilih khusus untuk membantu menjadikan rumah sehatmu jadi lebih sehat. Seperti memanfaatkan lavender untuk mengusir nyamuk, atau menggunakan sansevieria yang bisa menyerap radiasi dari perangkat elektronik. Tanaman bambu juga terkenal bisa menyerap karbon dioksida 4x lebih banyak dari tanaman pada umumnya, sehingga bisa membantu membuat udara di sekitar rumah sehat jadi lebih segar dan tentunya sehat

RUMAH SEHAT DENGAN PEMILIHAN WARNA DAPUR

RUMAH SEHAT DENGAN PEMILIHAN WARNA DAPUR

RUMAH SEHAT DENGAN PEMILIHAN WARNA DAPUR bagian yang sering kita abaikan dalam pemilihan warna ataupun bagian ruangan yang jarang terjaga kebersihannya adalah wilayah dapur.Penataan ruang dapur ini tentu juga bisa menjadi ciri khas tersendiri akan karakter penghuninya. Pemilihan warna dapur tentu sekarang bisa menambah tampilan RUMAH SEHAT anda. Dapur masa kini memiliki fungsi lebih dari sekadar ruang untuk memasak. Kini, dapur merupakan salah satu bagian yang dapat dipamerkan dan menjadi penambah nilai estetis. Karena itu, penting diperhatikan tampilan visual area tersebut, salah satunya pemilihan warna.

Anda dapat menyesuaikan warna untuk dapur dengan tema interior ruangan secara keseluruhan. Dengan demikian, warna dalam dapur dapat memperkuat konsep rumah. Selain itu, bisa juga sesuaikan warna cat dengan luasnya ukuran dapur. Hal ini karena pemilihan warna berpengaruh terhadap kesan atau efek yang ditimbulkan.

 

Bila dapur tak terlalu luas, hindari penggunaan warna gelap. Sebab, warna gelap cenderung memberi kesan sempit. Warna yang terlalu terang atau mencolok sebaiknya juga dihindari karena akan membuat mata mudah lelah. Jika mau, Anda dapat menggunakan warna netral sebagai warna dasar dan terapkan warna terang sebagai kombinasinya. Pilihan lain jika ingin mendesain dapur dengan warna yang cerah, warna-warna dengan tone yang lebih lembut dapat menjadi solusi.

Warna-warna cerah untuk dapur dapat lebih menonjol jika Anda menambahkan banyak bukaan. Dengan adanya bukaan tersebut, dapur akan terasa lebih ceria, pencahayaan dan efek warna pun dapat lebih dimaksimalkan. Sirkulasi pun akan lebih baik sehingga dapat meminimalkan bau dan kesan pengap dalam dapur.

Agar tampilan dapur dapat semakin menarik, pilihlah cat secara cermat. Karena dapur sangat mudah menjadi kotor, gunakan cat yang dapat memudahkan Anda dalam merawatnya. Ada beberapa jenis cat yang dapat diterapkan, tapi cat berjenis vinyl silk atau pearl glo merupakan cat yang tepat untuk dapur. Cat tersebut akan sedikit mengilap dengan dasar emulsi terpolimer yang cukup keras, tahan goresan, serta gosokan. Cat jenis ini juga memudahkan dalam membersihkan kotoran yang mengenai dinding. Cukup dengan mengelapnya dan noda pun dapat mudah hilang.

Tentunya, semua kembali pada kebutuhan serta selera Anda. Namun, jangan takut menjadikan dapur sebagai ruang favorit keluarga, justru Anda dapat membuat dapur menjadi area yang nyaman sehingga keluarga dapat betah berkumpul atau sekadar menjadi tempat untuk mengobrol

TIPS RUMAH BERSIH

TIPS RUMAH BERSIH

 

TIPS RUMAH BERSIH dalam merawat keindahan serta kenyamanan rumah tentu kita perlu bersinergi juga dengan lingkungan sekitar kita, Terkadang lingkungan sekitar kita yang tidak peka terhadap bagaimana menjaga kebersihan rumah tentu sangatlah mengganggu kita. Dalam TIPS RUMAH BERSIH  kita kali ini, kami akan menganbil salah satu pengalaman saya dalam memasuki rumah teman saya seperti menghirup udara bersih. Rumahnya sangat bersih! Bagaimana dia melakukannya? Dia memiliki tujuh orang anak dan sebuah karier. Bagaimana dia sanggup tetap teratur sedang saya hidup dalam kekacauan?

Ketika saya menanyakan rahasianya, dia mengingatkan saya bahwa saya tidak akan selalu memiliki anak kecil di rumah. Saya pulang dengan keputusan mantap bahwa ada hal-hal kecil yang akan membantu agar rumah tetap bersih. Asas berikut merombak total pemikiran saya:

Gunakan air sabun

  • Setiap waktu Anda melihat ada sisa air sabun di tempat cuci piring, ambillah lap bersih dan keringkanlah. Di kamar mandi, toilet atau shower keringkan bak mandi. Di ruang cuci pakaian, keringkan pintunya, mesin pencuci pakaian, mesin pengering atau dinding.
  • Ketika Anda selesai mencuci piring, gunakan air sabun untuk mengelap almari, perangkat dapur atau kursi. Setiap waktu Anda mencuci piring, gunakan sedikit waktu dan air untuk membersihkan sesuatu yang perlu dibersihkan.
  • Jika ada yang tumpah, bersihkan segera, tak peduli di bagian manapun di rumah. Ajarkan keluarga Anda melakukan hal yang sama. Pikirkan itu sebagai tugas daripada ruangan
  • Kelompok tugas dikerjakan sesuai dengan peralatan dan prosedur yang ada. Daripada membersihkan seluruh ruangan, gunakan kemoceng untuk membersihkan debu dari beberapa ruangan sekaligus atau gunakan penyedot debu untuk seluruh ruangan daripada hanya satu ruangan.
  • Menjaga peralatan tetap bersih dan siap pakai di setiap ruangan – terutama kamar mandi, kamar cuci pakaian, dan daerah utilitas. Makin dekat dan mudah menjangkaunya, makin sering Anda akan menggunakannya.
  • Rapikan setiap hari sebelum setiap orang tidur
  • Mintalah anggota keluarga menyimpan barang-barang mereka, maka rumah akan siap untuk keesokan harinya.
  • Gunakan sewaktu energi masih segar untuk membersihkan dan bersenang-senang

  • Kerjakan satu tugas membersihkan sewaktu berolahraga. Tubuh Anda sudah panas, dan tambahkan gerakan tugas membersihkan akan menambah manfaat untuk olahraga Anda.
  • Lakukan membersihkan sekaligus dengan kegiatan lain yang membuat kotor. Gunakan energi tinggi yang tercipta oleh kegiatan untuk menyelesaikan membersihkan rumah.
  • Buatlah membersihkan rumah sebagai waktu kumpul-kumpul

  • Tetaplah membuka jalur komunikasi ketika Anda berbagi tugas rumah tangga dengan anggota keluarga.
  • Hadiahilah diri Anda karena pekerjaan yang baik

  • Hadiahilah diri Anda untuk setiap siklus membersihkan. Makan es krim, pergi ke toko satu, membaca buku atau menonton film. Biarkan Anda merasa puas dengan pekerjaan yang baik.

 

RUMAH- penataan dapur

RUMAH- penataan dapur

RUMAH memiliki hunian rumah yang rapi setiap saat bukanlah hal yang mudah, apalagi yang para penghuni rumahnya banyak dan memiliki perabot rumah yang banyak juga. Banyaknya ruangan juga sangat mempengaruhi estetika keindahan dalam rumah tersebut. Rumah biasanya terdiri dari berbagai ruangan diantaranya ruang makan, ruang keluarga, Ruang tamu, kamar dan dapur. Dapur merupakan salah satu bagian terpenting di dalam RUMAH. Selain fungsinya, tampilan dapur juga bisa menunjang keseluruhan interior rumah. Namun, dapur yang selalu bersih dan rapi seperti yang dibayangkan tidaklah mudah untuk diciptakan. Kenyataannya, selalu banyak barang, ruang yang tidak cukup besar, dan bagian-bagian dapur yang kotor.

jasa bangun rumah
RUMAH

Sekalipun hal tersebut tidak terhindarkan, bukan berarti tidak ada usaha yang bisa dilakukan. Setidaknya, Anda dapat membuat dapur lebih rapi dengan mengurangi berbagai barang yang tidak diperlukan. Dengan begitu, dapur dapat lebih tertata dan bersih. Selain itu, cara ini juga bisa menciptakan lebih banyak space dalam area tersebut.

Barang-barang apa saja? Ini dia di antaranya.

Home Appliances yang Rusak

Kegiatan memasak membutuhkan banyak benda atau home appliances yang harus disediakan. Hal ini tidak menutup kemungkinan, ada satu atau dua yang rusak dan dibiarkan begitu saja sehingga mengganggu tampilan dapur dan hanya “memakan” tempat. Jangan biarkan benda-benda rusak seperti itu didiamkan di dapur, segera perbaiki atau singkirkan sehingga dapur tidak dipenuhi oleh berbagai barang yang tidak perlu.

Peralatan Makan yang Tidak Lagi Digunakan

Memiliki peralatan makan dalam jumlah yang cukup banyak terkadang sudah biasa bagi sebagian orang. Namun, nyatanya tidak semua peralatan makan tersebut digunakan sehingga hanya disimpan. Akhirnya, peralatan makan berdebu, patah, atau rusak. Ada baiknya, untuk menggilir penggunaan peralatan makan sehingga semuanya dapat terpakai atau simpan dengan rapi dan keluarkan hanya saat diperlukan.

Spons yang Sudah Tidak Layak Pakai

Tidak jarang orang menggunakan spons yang sudah tipis dan jelek untuk mencuci piring. Meskipun tidak ada larangan, spons untuk mencuci piring tersebut sebaiknya diganti dengan yang baru sehingga dapat berfungsi maksimal.

Makanan atau Minuman yang Sudah Tidak Bisa Dimakan

Menumpuk makanan atau jajanan sudah hal biasa bagi sebagian orang, tetapi kesibukan terkadang membuat makanan tersebut tidak tersentuh dan akhirnya tidak bisa lagi dimakan. Bersihkan makanan dan minuman tersebut dari dapur atau kulkas di rumah agar kegiatan memasak lebih mudah dan lebih nyaman.

Kantong Plastik yang Menumpuk

Walau tidak semua orang menyimpan kantong plastik sisa belanja, tidak jarang pula plastik tersebut hanya didiamkan di dapur sehingga memberikan kesan dapur yang berantakan. Jika berniat untuk memakainya kembali, sebaiknya simpan plastik dengan rapi di salah satu lemari. Dengan begitu, akan lebih mudah pula bagi Anda untuk mencarinya.

BANGUN RUMAH MURAH – tips memaksimalkan ruang

BANGUN RUMAH MURAH – tips memaksimalkan ruang

BANGUN RUMAH MURAH penataan sebuah ruangan tentunya menyesuaikan juga akan kebutuhan penghuninya. Apabila kita telah memiliki tanah yang luas, tentu dalam membangun atau menata ruangan kita akan lebih muda. Berbeda apabila kita hanya memiliki lahan yang sempit tetapi dengan penghuni yang banyak, tentu kita akan berpikir bagaimana menyiasati hal tersebut. BANGUN RUMAH MURAH dalam artikel ini mencoba memberikan gambaran tentang penataan sebuah ruangan seperti kolong tempat tidur yang dibiarkan saja hanya akan menjadi sarang debu dan kotoran. Anda dapat memanfaatkan kolong tempat tidur sebagai tempat penyimpanan pakaian, sepatu, atau barang lain.

JASA BANGUN RUMAH
BANGUN RUMAH MURAH

Anda juga dapat menambahkan keranjang beroda atau kotak kayu dengan roda agar mudah ditarik. Agar terkesan rapi gunakan seprai dengan sisi kiri-kanan yang panjang untuk menutupi. Dengan begini kamar tidur Anda akan selalu terlihat rapi dan nyaman ditempati.

Sudut ruang

Jangan biarkan sudut pada hunian Anda kosong tanpa apapun. Anda dapat menambahkan rak siku untuk memanfaatkannya. Tambahkan 2-3 tingkat rak untuk digunakan untuk menaruh pot tanaman, buku, atau bingkai foto sehingga rumah selalu terlihat rapi.

Atau bisa juga dijadikan sudut untuk menaruh pot tanaman yang sedikit lebih besar untuk penghijauan di dalam hunian. Tanaman dalam ruang akan memberikan nuansa berbeda yang membuat rumah terasa nyaman.

Di balik pintu

Ada dua area di balik pintu yang dapat Anda manfaatkan, yaitu bagian sisi pintu dan bagian dinding di balik pintu. Anda dapat memanfaatkan kedua area ini sebagai tempat menggantung pakaian atau rak sepatu vertikal.

Pada area ruang lain, misalnya kamar mandi dapat digunakan untuk tempat menggantung handuk dan menaruh cermin. Pada area dapur bagian di balik pintu dapat dimanfaatkan untuk menaruh set pisau atau perangkat memasak.

Open chat
Konsultasi Gratis
Konsultasi Gratis